maulid nabi syiar cinta Rosul dan dalilnya

by Aswaja Salafiyah , at 4/28/2016 07:38:00 AM , have 0 komentar
a. Pengertian
Secara bahasa maulud adalah waktu kelahiran. Secara istilah diartikan sebagai: Perayaan syiar cinta Rosul dan ungkapan rasa syukur dan gembira atas kelahiran Rasul SAW yang biasanya dilakukan pada bulan rabi’ul awal atau Mulud .
b. Dalil-dalil perayaan Maulid Nabi SAW
dasar utama syiar perayaan maulid nabi adalah syiar cinta Rosul sehingga generasi dan umat islam mengenal dan mencintai dan memulyakan nabinya serta menjalankan risalah yang dibawa beliau, jangan sampai generasi kita lebih mengenal artis korea idolanya ketimbang nabinya.
yang mendasari syiar perayaan maulid sebagai syiar cinta Rosul sebagaimana hadis berikut : 

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Dari Anas r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya."
(sahih bukhori)
 dan hal yang kedua sudah sangat jelas bahwa umat islam sangat memulyakan nabinya yang amat berjasa sangat besar nan mulia yang patut kita kenang dan syukuri sebagai pembawa risalah rohmatan lil alamin dan perayaan syiar cinta rosul ini sebagai ekspresi nyata atas rasa kegembiraan dan bersyukur atas kelhiran Rasululloh SAW yang mana kelahiran Rasululloh SAW adalah sebuah anugerah Allah sebagaimana firman Allah SWT:
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَالِكَ فَلْيَفْرَحُوْا(يونس:١٥٨)
“Katakanlah (Muhammad), sebab anugerah dan rahmat Alloh (kepada kalian), maka bergembiralah mereka.”(QS.Yunus:58)
Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim dikatakan bahwa Rasululloh SAW mensyukuri hari kelahirannya dengan berpuasa. Dalam sebuah hadis diriwayatkan:
عَنْ أَبِي قَتَادَتَ اْلاَنْصَارِيِّ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْاِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ ولُدِتْ ُوَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ(رواه مسلم، ١٩٧٧)
“Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari RA bahwa Rasululloh pernah ditanya tentang puasa senin, maka beliau menjawab:” Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.”(HR.Muslim:1977)
.
Dalil Ketiga,
وَقَالَ اْلاُسْتَاذُ اْلاِمَامُ الْحَافِظُ اْلمُسْنَدُ الذُّكْتُوْرُ اْلحَبِيْبُ عَبْدُ اللهِ بْنِ عَبْدِ اْلقَادِرِ بَافَقِيْهِ بِأَنَّ قَوْلَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَظَمَ مَوْلِدِيْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَوْمَ اْلِقيَامَةِ مَارَوَاهَ ابْنُ عَسَاكِرَ فِى التَّاريْخِ فِى الْجُزْءِ اْلاَوَّلِ صَحِيْفَةُ سِتَّيْنِ وَقَالَ الذَّهَبِى صَحِيْحٌ اِسْنَادُهُ.
Ustadz Imam al-Hafidz al-Musnid DR. Habib Abdullah Bafaqih mengatakan bahwa hadis “man ‘azhzhama maulidy kuntu syafingan lahu yaum al-qiyamati” seperti diriwayatkan Ibnu Asakir dalam Kitab Tarikh, juz 1,hlm 60, menurut Imam Dzaraby sahih sanadnya.
Dalil ketiga dalam kitab Madarij As-shu’ud Syarah al-Barzanji, hlm 15:
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَظَمَ مَوْلِدِيْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ.
Rosululloh bersabda:Siapa menhormati hari lahirku, tentu aku akan memberikan syafa’at kepadanya dihari Kiamat.
Dalil keeempat dalam Madarif as-Shu’ud, hlm.16
وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَنْ عَظَمَ مَوْلِدِ النَّبِي صَلًّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ اَحْيَا الْاِسْلَامَ.
Umar mengatakan: siapa menghormati hari lahir Rosululloh sama artinya menghidupkan Islam.
Sekitar lima abad yang lalu Imam Jalaluddin al-Shuyuthi (849-910 H/1445-1505 M) pernah menjawb polemik tentang perayaan Maulid Nabi SAW. Di dalam al-Hawi li al-Fatawi beliau menjelaskan:
“Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi Saw pada bulan Rabi’ul Awal, bagaimana hukumnya menurut syara’. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak? Beliau menjawab, “Jawabannya menurut saya bahwa semula perayaan Maulid Nabi Saw,yaitu manusia berkumpul, membaca al- Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setalah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan,tidak lebih. Semua itu termasuk Bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan darejat Nabi SAW, manampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang mulia.”(Al-Hawi li al-Fatawi,juz1,hal.251-252).
Bahkan imam besar wahabi yaitu syaikh Ibnu Taimiyyah juga merayakan maulid nabi dan mendukung perayaan tersebut, hal ini dibuktikan sebagaimana dikutip oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al – Maliki:
“Ibnu Taimiyyah berkata,”Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi SAW, akan diberi pahala. Demikian pula yang dilakukan oleh sebagian orang, adakalanya bertujuan meniru kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan ada kalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi SAW. Allah SWT akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan dosa atas bid’ah yang mereka lakukan.”(Manhaj al-Salaf fi Fahm al-Nushush Bain al-Nazhariyyah wa al-Tathbiq, hal 399).
BACA JUGA ARTIKEL POPULER BERIKUT :
INILAH ULAMA" SALAF YG ASLI (AHLI SUNNAH WAL JAMAAH)>>>>>>>>>>>>>>> 1) Imam Hanafi lahir: 80 hijriyah 2) Imam Maliki lahir: 93 hijriyah 3) Imam Syafie lahir: 150 hijriyah 4) Imam Hanbali lahir: 164 hijriyah 5) Imam Asy'ari lahir: 240 hijriyah Beliau2 semua ulama Salafus Sholeh atau dikenali dgn nama ulama SALAF... Apa itu Salaf,,!?? Salaf adalah masa terdahulu" yaitu merujuk kpd golongan ulama yg hidup antara kurun zaman kerosulan Kanjeng Nabi Muhammad hingga 300 HIJRIYAH. 1) golongan generasi pertama dari 300 tahun hijrah itu disebut "Sahabat Nabi"krn mereka pernah bertemu langsung dgn Kanjeng Nabi. 2) golongan generasi kedua pula disebut "Tabi'in" yaitu golongan yg pernah bertemu dgn Sahabat nabi, tapi gak pernah bertemu dgn Kanjeng Nabi. 3) golongan generasi ketiga disebut sbg"Tabi' tabi'in" yaitu golongan yg gak pernah bertemu kanjeng nabi dan sahabat tapi bertemu dgn tabi'in. Jadi Imam Abu hanifah (pengasas mazhab hanafi) merupakan murid Sahabat nabi maka beliau seorangTABI'IN.Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Hanbali, Imam Asy'ari pula berguru dgn tabi'in maka mereka adlah golongan TABI' TABI'IN. Jadi kesemua imam-imam yang mulia ini merupakan golongan SALAF YANG SEBENARNya dan pengikut madzhab. Mereka lah yg paling layak digelar sbg"Salafi" krn "Salafi" maksudnya "pengikut golongan SALAF". .SEDANG YG INI NGAKUNYA PALING SUNNAH, GA TAUNYA AHLUL FITNAH DARI NAJD.. Skrg qta lihat rujukan dr Wahhabi 1) Ibnu taimiyyah lahir: 661 Hijriyah (lahir 361 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF )2) Muhammad abd wahhab (pengasas gerakan Wahhabi): 1115 Hijriyah (lahir815 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF) 3) Albani lahir: 1333 Hijriyah (mati tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi,lahir 1033 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF) 4) Bin baz lahir: 1330 Hijriyah (mati tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi,sama dgn albani, lahir 1030 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF) 5) Ustaimin lahir: 1928 Masehi (mati tahun 2001, lebih kurang 12 tahun lepasdia mati, lahir entah berapa ribu tahun selepas zaman SALAF. Mereka ini semua hidup di AKHIR ZAMAN kecuali ibnu taimiyyah yang hidup di pertengahan zaman antara zaman salaf dan zaman dajjal (akhir zaman)... Gak ada seorang pun imam rujukan mereka (wahhabi) yg mereka taksub buta hidup di zaman SALAF....Mereka ini semua TERAMAT LAH JAUH DARI ZAMAN SALAF tapi SANGAT-SANGAT ANEH apabila firqoh firqoh Wahhabi menggelarkan diri/ BERTAQIYAH mengaku sebagai "Salafi" (pengikut golongan Salaf). Sedangkan rujukan mereka, TERNYATA semuanya merupakan manusia2 yg hidup di AKHIR ZAMAN ATAU BUKAN GOLONGAN ULAMA SALAFUSSOLIHIN
silahkan baca artikel populer berikut :
maulid nabi syiar cinta Rosul dan dalilnya
maulid nabi syiar cinta Rosul dan dalilnya - written by Aswaja Salafiyah , published at 4/28/2016 07:38:00 AM, categorized as membongkar kesesatan wahabi . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID